Mengetahui cara menghitung pemakaian bahan bakar genset sangat penting bagi pabrik yang mengandalkan listrik cadangan atau listrik utama dari genset. Perhitungan yang tepat akan membantu mengontrol biaya bahan bakar, merencanakan anggaran operasional, serta memastikan efisiensi kerja mesin.
Genset (generator set) sendiri merupakan perangkat penghasil listrik yang biasanya menggunakan bahan bakar solar untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Dalam operasional pabrik, konsumsi bahan bakar genset dapat berbeda-beda tergantung kapasitas daya, beban yang digunakan, dan durasi pemakaian setiap harinya. Perhitungan yang tepat akan membantu menghindari pemborosan, terutama ketika harga bahan bakar mengalami kenaikan.
Cara Menghitung Pemakaian Bahan Bakar Genset
Menghitung konsumsi bahan bakar genset sebenarnya cukup sederhana jika mengetahui parameter yang tepat. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke perhitungan.
Mengetahui Daya Genset dan Beban yang Digunakan
Daya genset biasanya dinyatakan dalam satuan kVA (KiloVoltAmpere). Untuk mendapatkan daya listrik yang sebenarnya digunakan (dalam satuan kW), perlu dikalikan dengan faktor daya (power factor), biasanya 0,8 untuk genset diesel.
Rumusnya:
kW = kVA × faktor daya
Contoh: Genset 100 kVA dengan faktor daya 0,8 memiliki daya listrik efektif sebesar:
100 × 0,8 = 80 kW
Selain itu, penting mengetahui apakah genset digunakan pada beban penuh atau hanya sebagian kapasitas. Jika pabrik hanya menggunakan 60% dari daya maksimal genset, maka konsumsi bahan bakar pun akan lebih rendah dibanding penggunaan 100% beban.
Menghitung Jam Operasional Genset per Hari
Jam operasional adalah berapa lama genset beroperasi dalam sehari. Untuk pabrik yang menggunakan genset sebagai sumber listrik utama, waktu operasional bisa mencapai 24 jam penuh.
Namun, jika hanya digunakan sebagai cadangan saat listrik PLN padam, durasinya bisa jauh lebih singkat.
Data jam operasional ini sangat penting karena akan langsung memengaruhi total konsumsi bahan bakar harian. Misalnya, perbedaan penggunaan 8 jam dan 12 jam per hari akan berdampak signifikan pada biaya.
Menggunakan Rumus Konsumsi BBM per kWh
Untuk menghitung konsumsi bahan bakar solar, ada rumus praktis yang dapat digunakan:
Konsumsi BBM (liter) = 0,21 × P × t
Keterangan:
- 0,21 = faktor tetap konsumsi solar per kilowatt per jam
- P = kapasitas genset dalam kVA
- t = waktu operasional dalam jam
Contoh: Genset 100 kVA beroperasi 1 jam:
0,21 × 100 × 1 = 21 liter solar
Artinya, setiap jam penggunaan penuh pada kapasitas ini akan menghabiskan sekitar 21 liter bahan bakar.
Contoh Perhitungan Sederhana untuk Pabrik
Misalnya sebuah pabrik menggunakan genset berkapasitas 100 kVA yang beroperasi selama 8 jam per hari.
Perhitungannya:
0,21 × 100 × 8 = 168 liter solar per hari
Jika harga solar adalah Rp6.450 per liter, maka biaya bahan bakar harian adalah:
168 × 6.450 = Rp1.083.600
Dari hasil tersebut, pabrik dapat mengestimasi kebutuhan solar bulanan sebesar:
168 liter × 30 hari = 5.040 liter
atau biaya bulanan sekitar Rp32.508.000.
Dengan mengetahui angka ini, pabrik bisa mengatur stok bahan bakar dengan lebih baik dan mengantisipasi biaya operasional jangka panjang.
Cara menghitung pemakaian bahan bakar genset bukan hanya sekadar mengetahui angka konsumsi harian, tetapi juga menjadi bagian dari strategi manajemen energi yang efisien.
Perhitungan yang tepat membantu mengatur biaya, memastikan pasokan bahan bakar selalu tersedia, serta menjaga kelancaran produksi pabrik.
Untuk mendukung kebutuhan ini, Hargen sebagai distributor resmi menyediakan berbagai pilihan genset berkualitas dengan layanan purna jual yang profesional, sehingga kebutuhan listrik cadangan pabrik dapat terpenuhi secara optimal dan ekonomis.

